Pengaruh Pemerintah Mengatasi Krisis saat ini

Pengaruh Pemerintah Mengatasi Krisis saat ini

Krisis ekonomi terjadi di awali oleh melemahnya secara drastis nilai rupiah, seperti juga nilai hampir semua mata uang regional lainnya.

Berbagai kelemahan yang membuat krisis ekonomi d Indonesia seperti situasi politik yang tidak menentu, banyak bermunculan praktek monopoli dan oligopoly.

Keseluruhan faktor tersebut pada gilirannya telah mengakibatkan bekerjanya perkonomian menjadi tidak efisien. Kondisi demikian masih diperburuk lagi oleh berlangsungnya kemarau panjang sehingga produksi pangan menurun. Pada saat yang bersamaan harga migas telah menurun cukup tajam di pasar dunia dan berdampak negatif pada penerimaan negara dan devisa dari ekspor migas.

Implikasi dari berbagai kelemahan tersebut adalah :

1.     Aliran modal berbalik arah dari aliran masuk (capital inflow) menjadi aliran keluar (capital outflow);

2.     Terjadinya kontraksi PDB yang bersumber dari menurunnya permintaan domestik; dan

Meningkatnya jumlah pengangguran terbuka dan setengah penganggur. Ketiga hal tersebut pada akhirnya telah menurunkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat terutama dari kelompok masyarakat yang berpendapatan rendah dan tetap. Pendapatan yang sudah rendah tersebut masih harus berhadapan.  Dengan laju inflasi yang sangat tinggi yang dipicu oleh tingginya depresiasi rupiah. Interaksi antara pendapatan rendah dengan inflasi yang tinggi tersebut pada gilirannya telah mengakibatkan jumlah penduduk miskin yang semula telah berhasil diturunkan secara cukup tajam, kini meningkat kembali dalam jumlah yang semakin besar. Akibatnya tingkat partisipasi pendidikan pada berbagai jenjang pendidikan dan derajad kesehatan yang sebelumnya terus diupayakan peningkatannya khususnya bagi golongan masyarakat miskin, kini menjadi terganggu.

Krisis ekonomi dengan berbagai dampak negatif sebagaimana telah diuraikan di atas, secara serius telah diupayakan untuk diatasi dengan melaksanakan kebijaksanaan ekonomi baik yang bersifat makro maupun mikro. Dalam jangka pendek kebijaksanaan ekonomi tersebut memiliki dua sasaran strategis, yaitu

1.      Mengurangi dampak negatif dari krisis tersebut terhadap kelompok penduduk berpendapatan rendah dan rentan; dan

2.     Pemulihanpembangunan ekonomi ke jalur petumbuhan yang tinggi. Kedua tugas tersebut sangat penting antara lain karena:

Meluasnya pengangguran akibat krisis yang terjadi di satu pihak dapat memicu timbulnya kerusuhan sosial, sementara di lain pihak apabila berlangsung lama dapat menurunkan daya saing angkatan kerja, karena mereka tidak mampu lagi menguasai perkembangan ketrampilan baru yang sangat diperlukan. Kapasitas produksi baik pada industri pengolahan maupun sarana dan prasarana, pengangkutan, komunikasi, serta energi yang menganggur tanpa pemeliharaan yang baik akan menjadi rusak.Meningkatnya harga-harga kebutuhan pokok dan barang-barang lainnya secara berlanjut pada gilirannya akan menambah jumlah penduduk miskin karena daya beli mereka akan terus merosot. Kemunduran dalam pelaksanaan program pendidikan dan kesehatan terutama bagi putra-putri

penduduk berpendapatan rendah, akan mengganggu upaya pemberdayaan kelompok penduduk tersebut di masa datang.

Selain itu banyak kebijakan-kebijakan yang dilakukan Pemerintah seperti:

1.     Kebijaksanaan Ekonomi Makro

Kebijaksanaan ekonomi makro yang telah dilaksanakan pemerintah dalam upaya menekan laju inflasi dan memperkuat nilai tukar rupiah terhadap valuta asing adalah melalui kebijaksanaan moneter yang ketat disertai anggaran berimbang, dengan membatasi deficit anggaran sampai pada tingkat yang dapat diimbangi dengan tambahan dana dari luar negeri. Kebijaksanaan moneter yang ketat dengan tingkat bunga yang tinggi selain dimaksudkan untuk menekan laju inflasi dan memperkuat nilai tukar rupiah terhadap valuta asing, dengan menahan naiknya permintaan aggregat, juga untuk mendorong masyarakat meningkatkan tabungan di sektor perbankan.

 

2.     Kebijaksanaan Ekonomi Mikro

Kebijaksanaan ekonomi mikro yang ditempuh pemerintah, ditujukan, antara lain,

a.     untuk mengurangi dampak negatif dari krisis ekonomi terhadap kelompok penduduk berpendapatan rendah dikembangkannya jaring pengaman sosial yang meliputi programpenyediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, mempertahankan tingkat pelayanan pendidikan dan kesehatan pada tingkat sebelum krisis serta penanganan pengangguran dalam upaya mempertahankan daya beli kelompok masyarakat berpendapatan rendah;

b.     menyehatkan sistem perbankan dan memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan lembaga perbankan;

c.      merestrukturisasi hutang luar negeri

d.     mereformasi struktural di sektor riil; dan

e.      mendorong ekspor

Dengan berbagai upaya tersebut diharapkan kepercayaan kepada ekonomi kita akan pulihdan ekonomi kita akan segera tumbuh kembali. Kita semua berharap semoga krisis ekonomi segera dapat berakhir, sehingga rakyat dapat terlepas dari himpitan beban ekonomi yang amat berat. Dunia usaha kita khususnya usaha kecil, menengah dan koperasi diharapkan dapat segera bangkit kembali dan tumbuh lebih kokoh.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: