Cara Mencegah dan Menanggulangi Tawuran (BI-01-SS-12)

Masalah tentang tawuran sering kali diberitakan dimana-mana seperti koran, televisi ataupun melalui media lainnya.  Jika diperhatikan masalah tawuran bukan hanya terjadi antar pelajar saja melainkan tawuran antar mahasiswa bahkan  masyarakat umum juga sering melakukannya. Data kasus tawuran pelajar di Jabodetabek (Detik.com) menunjukan bahwa  pada tahun 2010 terdapat 102 kejadian tawuran,  tawuran pelajar yang mendapat luka ringan 54 pelajar, luka berat  31 pelajar  dan meninggal dunia 17 pelajar tetapi pada tahn 2012  meningkat menjadi 103 kejadian dimana terdapat 48 korban luka ringan, 39 luka berat dan 17 meninggal dunia. Korban tawuran dari tahun ke tahun semakin meningkat hal ini menunjukan betapa rapuhnya kepribadian seorang remaja.

            Sebut saja FR yang berasal dari SMPN 12 Kebayoran Baru, Jakarta semula dikenal sebagai anak pintar. Ia lulus dengan evaluasi tahap akhir nasional (ebtanas) murni 9 dituduh membacok Alawy Yusianto SMA Negeri 6 Jakarta.  Entah apa yang mengubah kepribadian FR sejak masuk bangku SMA. Yang jelas, catatan perilakunya menunjukkan ia pernah melukai siswa SMAN 6 saat terlibat tawuran dengan mereka, membuatnya bersama sejumlah teman sekolahnya sebagai pelaku tunggal tewasnya Alawy. FR dibidik Pasal 338 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun. Belakangan, enam rekannya yang ikut tawuran juga dijadikan tersangka dengan merujuk Pasal 170 KUHP soal Pengeroyokan dan Pasal 351 soal Penganiayaan.

Adapun sebab dan akibat yang timbul akibat dari tawuran tersebut.

Sebab_sebab terjadinya tawuran antara lain:

  • Dendam akibat pemalakan dan perampasan.
  • Perbedaan kepercayaan,pendapat dan golongan.
  • Ditambah lagi berbagai situasi yang tidak kondusif.

Akibat dari tawuran antar pelajar banyak pihak yang dirugikan diantaranya:

  • Banyak pelajar bahkan orang-orang yang tidak terlibat dalam tawuran tersebut menjadi korban luka-luka bahkan sampai meninggal dunia
  • Fasilitas umum,  mobil-mobil serta motor yang melewati daerah tawuran menjadi rusak akibat tawuran tersebut. Hal ini menyebabkan kerugian material yang cukup besar dalam memperbaiki dan mengganti semua kerugian yang ada.
  • Kerugian bagi para pedagang yang berada disekitar lokasi tawuran. Mereka mendapat kerugian yang cukup besar karena banyak barang dagangan mereka yang rusak dalam tawuran tersebut.
  •  Banyak pelajar yang dikeluarkan dari sekolah karena tawuran.
  • Masa depan mereka menjadi tidak jelas. Tidak sedikit para pelajar yang ditahan polisi akibat tawuran, dan  itu menyebabkan banyak waktu yang dihabiskan dalam Lembaga Pemasyarakatan dan akhirnya, mereka tidak mengetahui dunia luar dan sulit menentukan masa depannya.

Kita dapat mengurangi tawuran yang terjadi dengan cara sebagai berikut:

  • Menjalin komonikasi yang baik dengan orang tua

Anak-anak yang kurang mendapat perhatian dalam pertumbuhan mental biasanya kurang percaya diri yang akan mudah sekali tersesat ke gaya hidup yang tidak baik. Orang tua seharusnya menjadi tempat berlabuh dan mendamaikan anak-anak. Kunci utama dalam membangun keberhagaan dalam jiwa anak-anak sehingga tidak melakukan hal tak terpuji adalah Cinta kasih dari orang tua. Memiliki orang tua pengasih, berempati, dan lancar membangun dialog, dapat membuat anak akan berpikir untuk tidak melakukan tawuran.

  • Sekolah

Sekolah berperan aktif disini. Sebagai institusi mereka harus mengajarkan tentang tanggung jawab moral, etika dan ajarkan ilmu sosial budaya yang baik bagi para pelajar, ilmu sosial budaya sangat bermanfaat untuk pelajar khususnya, yaitu agar tidak salah menempatkan diri di lingkungan masyarakat.

Tawuran pada dasarnya hanya dilakukan oleh orang-orang yang tidak bermoral. Masalah tawuran harus dihilangkan. Banyak pihak yang mengalami kerugian akibat tawuran. Hal-hal yang dapat dilakukan adalah melakukan pendekatan mulai dari orang tua hingga pihak sekolah agar tawuran dapat terhindarkan.

 

Sumber:  Dari Juara Menjadi Tersangka – KOMPAS.com

                infojkt data kasus tawuran pelajar 2010 2012 – Penelusuran Google

 

 

 

 

Nama: Paskalina Notanubun

Kelas: 3 EB10

NPM: 25210323

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: