Tindak Kekerasan Terhadap Wanita (BI-01-SS-12)

Tindak kekerasan terhadap wanita mungkin merupakan pelanggaran hak-hak manusia yang paling besar dan mendasar, namun paling tidak dikenal. Masalah ini merupakan masalah kesehatan utama yang dapat melemahkan vitalitas fisik dan emosi wanita, serta menurunkan rasa percaya diri. Kedua faktor vital untuk mencapai tujuan bagi kemanusiaan, terutama di negara-negara berkembang.

Sampai saat ini belum ada kesepakatan universal tentang defenisi tindakan kekerasan terhadap wanita. Pada dasarnya tindak kekerasan gender mencakup berbagai tindakan pemaksaan atau penggunaan kekerasan yang sangat membahayakan kehidupan, tubuh, integritas psikologi dan kebebasan wanita dalam mengahadapi kendali dan kekuasaan laki-laki yang berlangsung secara terus-menerus. Bentuk tindak kekerasan tersebut meliputi pemerkosaan, penyiksaan, pembunuhan,pelacuran yang dipaksakan, perdagangan wanita, pelecehan seksual, dan pembunuhan. VIVAnews – Nasib malang menimpa gadis remaja, NA (16), di Kubu Raya, Kalimantan Barat. Gadis belia itu diperkosa oleh 18 remaja pria di sejumlah tempat di Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Rabu malam 4 April 2012. Kejadian tersebut adalah kenyataan yang harus dihadapi gadis remaja tersebut bahkan wanita di dunia saat mencari keadlian dan simpati setelah mengalami tindak kekerasan seksual. Karena noda dan rasa malu yang timbul akibat perkosaan, maka kebanyakan penyerangan seksual tidak dilaporkan. Serangan tersebut menimbulkan luka fisik dan trauma emosional yang mendalam bagi korban seperti luka parah, pingsan, sakit jiwa bahkan meninggal setelah insiden tersebut. Korban juga mengalami resiko hamil atau tertular AIDS bahkan mencoba bunuh diri.

Untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan terhadap wanita maka pemerintah, pihak kepolisian serta masyarakat harus turut serta berpartisipasi dalam menanggulangi kekerasan tersebut seperti;

  1. Bersihkan media dari materi porno, pencabulan, dan kekerasan
  2. Penegakan Hukum
  3. Bersihkan TV dari Iklan/Materi dari Rokok, Hedonisme dan Konsumerisme
  4. Restruksturisasi Sistem dan Metode Pendidikan
  5. Menteri Anak-Anak dan Remaja Indonesia
  6. Hapus Kemiskinan dengan Pendidikan dan Kesehatan yang Terjangkau.

Dengan mengikuti pencegahan diatas maka tindak kekerasan terhadap wanita akan menurun presentasenya.

Nama: Paskalina Notanubun

Kelas: 3 EB10

NPM: 25210323

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: