Outsourcing

Outsourcing terbagi atas dua suku kata: out dan sourcing. Sourcing berarti mengalihkan kerja, tanggung jawab dan keputusan kepada orang lain. Outsourcing dalam bahasa Indonesia berarti alih daya. Dalam dunia bisnis, outsourcing atau alih daya dapat diartikan sebagai penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan yang sifatnya non-core atau penunjang oleh suatu perusahaan kepada perusahaan lain melalui perjanjian pemborongan pekerjaan atau penyediaan jasa pekerja/buruh.

Outsourcing telah menjadi tren dalam bisnis saat ini. Anda sering dapat menemukan badan usaha memiliki pegawai yang tidak dipekerjakan oleh mereka, tetapi sebenarnya milik perusahaan lain dan hanya ada untuk melakukan tugas-tugas. Terkadang ada aspek-aspek tertentu dari sebuah bisnis yang diperlukan, tetapi karyawan yang sudah ada tidak bisa menangani mereka, pada dasarnya, entitas bisnis perlu outsourcing orang terampil di daerah tertentu untuk mendapatkan pekerjaan.

Outsourcing biasanya dilakukan untuk mengurangi beban dari tugas-tugas yang perlu diatasi oleh perusahaan. Salah satu contoh yang baik adalah daftar gaji. Ini adalah salah satu proses yang biasanya memerlukan 1 atau 2 karyawan untuk menghabiskan waktu melakukan karena seluk-beluk seluruh proses dan jika ini dihilangkan dari beban kerja karyawan. waktu dapat digunakan untuk tugas-tugas yang lebih produktif yang sebenarnya bisa disumbang kepada perusahaan. Bahkan, banyak perusahaan saat ini mengambil keputusan untuk mempercayai proses gaji mereka ditangani oleh perusahaan pihak ketiga.

Salah satu hal bahwa perusahaan telah melihat sebagai keuntungan dari outsourcing penggajian adalah eliminasi resiko omset.Ketika orang yang menangani masalah penggajian tiba-tiba mengundurkan diri, pensiun, atau mungkin sesuatu yang tak terduga terjadi padanya, maka Anda menghadapi risiko yang sangat besar. Anda tidak bisa hanya mengharapkan karyawan Anda untuk menunggu gaji mereka sampai waktu yang Anda bisa menyewa staf baru untuk gaji Anda, benar? Namun jika Anda memasang iklan, ini tidak akan menjadi masalah. Outsourcing penggajian juga memastikan bahwa gaji dihitung secara akurat. Karena hanya tugas mereka adalah untuk menghitung penggajian, semua upaya mereka akan dituangkan dalam memastikan bahwa hasil yang akurat. Mereka memiliki personil yang tepa tdan program yang tepat untuk proses penggajian Anda. Akibatnya, Anda mendapatkan keuntungan dari proses penggajian cepat dan akurat.

Anda juga bisa mendapatkan keuntungan dari pengajuan pajak awal ketika Anda memilih untuk outsourcing penggajian . Perusahaan gaji akan selalu up-to-date dan mereka membuat sebuah titik untuk terus mengikuti segala sesuatu yang melibatkan proses penggajian, termasuk undang-undang pajak baru dan kebijakan yang diberikan oleh negara. Hal ini kadang-kadang diabaikan oleh badan usaha yang sering mengakibatkan keterlambatan dan denda. Dan tentu saja, perusahaan outsource harus dapat dipercayai. Perusahaan outsourcing hanya bertanggung jawab kepada Anda sebagai pemilik atau manajer perusahaan Anda dan tidak berafiliasi dengan karyawan lainnya. Sebagai hasilnya, anda yakin bahwa data dalam daftar gaji dapat dipegang kerahasiaannya dengan ketat.

Mengapa kita harus mengalihkan pekerjaan yang sifatnya non-core? Karena perusahaan lain dapat mengerjakannya dengan lebih murah, lebih cepat, lebih baik dan yang lebih utama lagi adalah… karena kita punya pekerjaan lain yang sifatnya core yang lebih penting.

Terdapat Dasar hukum outsourcing yaitu Undang-Undang No.13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan:

Pasal 64

Perusahaan dapat menyerahkan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lainnya melalui perjanjian pemborongan pekerjaan atau penyediaan jasa Pekerja/Buruh yang dibuat secara tertulis.

Berdasarkan ketentuan pasal di atas, outsourcing dibagi menjadi dua jenis:

  • Pemborongan pekerjaan

Yaitu pengalihan suatu pekerjaan kepada vendor outsourcing, dimana vendor bertanggung jawab sepenuhnya terhadap pekerjaan yang dialihkan beserta hal-hal yang bersifat teknis (pengaturan oerasional) maupun hal-hal yang bersifat non-teknis (administrasi kepegawaian). Pekerjaan yang dialihkan adalah pekerjaan yang bisa diukur volumenya, dan fee yang dikenakan oleh vendor adalah rupiah per satuan kerja (Rp/m2, Rp/kg, dsb.). Contoh: pemborongan pekerjaan cleaning service, jasa pembasmian hama, jasa katering, dsb.

  • Penyediaan jasa Pekerja/Buruh

Yaitu pengalihan suatu posisi kepada vendor outsourcing, dimana vendor menempatkan karyawannya untuk mengisi posisi tersebut. Vendor hanya bertanggung jawab terhadap manajemen karyawan tersebut serta hal-hal yang bersifat non-teknis lainnya, sedangkan hal-hal teknis menjadi tanggung jawab perusahaan selaku pengguna dari karyawan vendor.

Untuk pembahasan selanjutnya, istilah outsourcing akan disesuaikan dengan jenis kedua, yaitu outsourcing dalam bentuk penyediaan jasa pekerja/buruh.

  • Pekerjaan yang Dapat Dialihkan

Berdasarkan Undang-Undang No.13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan:

Pasal 65 :

  1. Penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lain dilaksanakan melalui perjanjian pemborongan pekerjaan yang dibuat secara tertulis.
  2. Pekerjaan yang dapat diserahkan kepada perusahaan lain sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
  • Dilakukan secara terpisah dari kegiatan utama;
  • Dilakukan dengan perintah langsung atau tidak langsung dari pemberi pekerjaan;
  • Merupakan kegiatan penunjang perusahaan secara keseluruhan; dan
  • Tidak menghambat proses produksi secara langsung.
  1. Perusahaan lain sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus berbentuk badan hukum.
  2. Perlindungan kerja dan syarat-syarat kerja bagi Pekerja/Buruh pada perusahaan lain sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sekurang-kurangnya sama dengan perlindungan kerja dan syarat-syarat kerja pada perusahaan pemberi pekerjaan atau sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  3. Perubahan dan/atau penambahan syarat-syarat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur lebih lanjut dengan Keputusan Menteri.
  4. Hubungan kerja dalam pelaksanaan pekerjaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam perjanjian kerja secara tertulis antara perusahaan lain dan Pekerja/Buruh yang dipekerjakannya.
  5. Hubungan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (6) dapat didasarkan atas perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu apabila memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59.
  6. Dalam hal ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dan ayat (3), tidak terpenuhi, maka demi hukum status hubungan kerja Pekerja/Buruh dengan perusahaan penerima pemborongan beralih menjadi hubungan kerja Pekerja/Buruh dengan perusahaan pemberi pekerjaan.
  7. Dalam hal hubungan kerja beralih ke perusahaan pemberi pekerjaan sebagaimana dimaksud pada ayat (8). maka hubungan kerja Pekerja/Buruh dengan pemberi pekerjaan sesuai dengan hubungan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (7).

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: